Kika : JOSEF A.Nae Soi, DOLVIANA H. Nahak, ANDRIKO N. Susanto, INCHE Sayuna saat gelar temu pers di Gedung Sasando Kantor Guernur NTT, Kupang 25 September 2024. Doc. marthen radja/citra-news.com
Pj. Gubernur NTT Andriko Noto Susanto menghimbau warga NTT agar lebih bijak dan selektif dalam menentukan tawaran pekerjaan di luar NTT. Sehingga……
Citra News.Com, KUPANG – TERUS marak terjadi mafia perdagangan orang dengan modus pemberian kerja. Dan bidikan sasarannya adalah masyarakat di pelosok desa Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Anehnya, mata rantai dari kejahatan kemanusian ini sulit dibasmi. Bahkan semakin banyak orang atau para pelaku kejahatan terjerat hukum. Namun terus menjadi-jadi juga muncul pendatang baru.
Faktanya seperti dialami Dolviana Hoar Nahak (27), warga Desa Rabasa Haerain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dolviana mengaku dirinya disekap di Medan (Sumatera Utara) pada 21 September 2024. Atau satu hari setelah Penutupan PON XXI, dimana juga diumumkan Provinsi NTT dan NTB jadi Tuan Rumah PON XXII tahun 2028.
Dihadapan Ketua KONI NTT, Josef A. Nae Soi dan jajarannya, Pj. Gubernur NTT Andriko Noto Susanto, serta Wakil ADPRD NTT Inche Sayuna, Dolvina mengaku dirinya disekap di gudang sebuah rumah kosong, di Jalan Kartini, Gang Mardi, Medan.
“Saya berangkat dengan pesawat dari Bandara El Tari Kupang -Jakarta dan Jakarta – Medan menggunakan Paspornya ibu Inche Sayuna. Tapi setelah tiba di Medan saya dimasukan ke gudang lalu dikunci dari luar”, kata Dolvina.
Pengakuan Dolviana tersebut dipertegas Josef Nae Soi. Bahwa Dolvina berhasil menyelamatkan diri dengan cara memanjat dinding rumah dan berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar.
