Pada kesempatan yang sama Plt. Kepala Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Umbu Wanda mengatakan pihaknya telah nempersiapkan kebutuhan benih dan pupuk sesuai anggaran yang ada.
“Mengacu pada informasi dari BMKG maka kita dari dinas pertanian juga aktif mendistribusikan bibit-bibit tanaman kepada masyarakat di wilayah NTT yang berprofesi sebagai petani, dan memberikan edukasi lewat penyuluh pertanian serta pengoptimalan Brigade Alsintan,” ujar Joaz Bily.
Dia menyampaikan, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi Elnino yang berdampak pada usaha tani dan budi daya pertanian di NTT.
Terkait kesiapan benih dan pupuk, pihaknya juga menyiapkan stok yang banyak untuk memenuhi kebutuhan petani di NTT.
Khususnya pupuk, tambah dia, penyaluranyan melalui distributor. Kita harapkan, tidak lagi menggunakan pupuk kimia, tapi kita gunakan pupuk organik. Pupuk organik ini ramah lingkungan dan bagaimana kita memberdayakan potensi daerah kita masing-masing.
Di tempat yang sama, Kepala BPBD NTT, Cornelis Wadu mengatakan dalam menghadapi anomali iklim pihaknya selalu aktif berkoordinasi dengan BMKG.
