Ada cara-cara atau upaya konservasi tanah agar supaya tudak terhanyut oleh banjir ke laut. Yaitu dengan cara vegetatif yaitu tanam pepohonan, kecuali jati putih ia tidak menyimpan air. Atau dengan cara Sedimen Crapt, dimana secara sipil teknis drngan mebuat terasering, bronjong, atau tanggul penahan.
Akan tetapi pembuatan Sedimen Crapt ini membutuhkan biaya yang mahal. Yang paling murah dan bisa dijangkau kalangan masyarakat luas adalah menanam pohon. Secara lembaga anak-anak sekolah bisa terlibat penanaman pohon. Melalui gerakan menanam pohon anak sekolah diberikan edukasi untuk memelihara lingkungan sekitrnya.
Demikian juga lembaga gereja dan lembaga masyarakat desa melalui BUMDES, kelompok pertanian, atau setiap individu bisa mengambil gratis semua jenis anakan di pusat pembibitan BP DAS.
Dana Desa bisa digunakan untuk pembudidayaan tanaman. Jika tidak mendapatkan bibit tanaman dari BP DAS kelompak masyarakat di desa bisa benisiasi melakukan pembibitan sendiri kemudian dijual ke masyarakat luas. Dan upaya-upaya ini harus kita lakukan secara masif guna menjaga ekologi kita.
“Air adalah sumber kehidupan. Tiada air tanpa.kehidupan dan tiada kehidupan tanpa air. Jadi tidak ada satu sendi kehidupan manusia yang tidak membutuhkan atau tidak dipengatuhi oleh air”, ujarnya.
Dia juga mengajak masyarakat untuk terus menerus melestarikan alam untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Kehidupan ekologi akan terpelihara jika semua pihak mengambil peran untuk peduli serta melestarikannya. +++ marthen/citra-news.com.
