“Selama dikelola GMIT Betel Lili, Pasar ini mengalami kenaikan pendapatan yang cukup signifikan. GMIT sebagai mitra pemerintah terlibat langsung dalam mensukseskan setiap program dan kegiatan bagi kesejahteraan masyarakat”, kata Blegur.
Dia menjelaskan tugas untuk mengelola Pasar Lili melalui MoU tahun 2023 bersama Pemkab Kupang. Pendapatan bersih yang kami berikan kepada Pemda itu mencapai Rp1,6 miliar terhitung selama dua tahun kami kelola pasar Lili ini. Besaran PAD yang didapat Pemkab Kupang sebeaar dua kali lipat dibanding dengan sebelum kami kelola.
“Dalam pengelolaan Pasar Lili, kami bersama masyarakat berkomitmen untuk kelola semua ini dengan kejujuran, transparansi, demi kepentingan masyarakat”, tegasnya.
Terkait kebersihan, sambung Pdt. Blegur, untuk kotoran hewan-hewan seperti sapi, kuda dan sampah lainnya juga kami olah dengan baik bersama para jemaat untuk kita ubah menjadi pupuk yang memiliki nilai ekonomi.
“Sekali lagi saya berterima kasih kepada pemerintah daerah Kabupaten Kupang atas kepercayaannya. Semoga kerja sama ini dapat terus terjalin demi kepentingan pelayanan masyarakat yang merupakan implementasi nyata tugas-tugas teologi kita”, timpalnya.
Turut mendampingi Wakil Gubernur NTT pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi NTT, Alexon Lumba.
Setibanya di Pasar Lili, Wagub Johni Asadoma langsung disambut dan dikalungi kain adat Timor oleh Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki beserta jajaran pejabat lingkup Pemkab Kupang.
Setelah itu, Wagub Johni didampingi Wabup Aurum langsung berkeliling meninjau setiap sudut Pasar Lili. +++ marthen/*
