Tapi yang paling banyak permintaan pada saat kedukaan. Apalagi yang mengalami kedukaan “orang berduit” empat atau lima malam itu pasti, dengan jumlah tenda bisa 10 sampai 15 unit. Malah selain sewa saya punya mereka sewa lagi milik orang lain.
“Singkat cerita kalau kita punya semangat untuk berusaha pasti kebutuhan ekonomi keluarga kita akan tercukupi. Tapi ingat tugas utama sebagai ASN karena terikat oleh aturan mengharuskan itu. Sedangkan berbusnis atau berwurausaha itu harus dipandang sebagai usaha sampingan saja. Tang meskipun pendaoatannta lebih besar tapi jangan mengabaikan tugas pokok selaku ASN adakah pelayan masyarakat”, harap Nurce.
Sembari mengakui dirinya tidak ikut mendaftar di BKD Provinsi untuk raih Peluang ASN Berwirausaha. Bahkan secara hirarki kepegawaian, Nurce Sombu mendorong ASN golongan I dan II di unit kerjanya untuk mendaftar. Apalagi direstui oleh Gubernur Melky Laka Lena.
“Saya persilahkan teman-teman ASN disini mendaftar. Tapi saya ingatkan agar mengutamakan tugas pokok sebagai ASN”, tegasnya.
Karena dirinya, tambah Nurce, sudah jalani proses berwirausaha itu bermula dari hobby saya. Mulai dari usaha catering, jual sayur, sampai punya usaha sewa tenda. Dan itu tidak sekadar hoby tapi harus ada niat dan punya kemauan untuk berusaha. Karena dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan. +++ marten/CNC
