“Jadi nantinya dibangun secara bertahap utamamya fokus pada kondisi patahan dan tikungan curam yang ada”, tandasnya.
Terpantau setelah Walikota Christian Widodo dan Ketua DPRD Richard Elvis Odja berpamitan pulang, tampak Maksi Dethan dan Lurah Oebufu, Zet Batmalo masih berada di TKP. Dalam percakapan bersama warga sekitar mereka sangat senang Walikota Christian Widodo datang melihat langsung tempat kejadian perkara.
“Ini baru betul pak Christian Widodo datang ko lihat sendiri kondisi ini jalan. Tapi tadi beta kira kaka dong berdiri di depan pak Wali ko omong tasala. Beta bilang ini kalo omong tasala bisa bahaya”, ucap Maksi dalam dialek Rote.
Sementara tokoh masyarakat Oebufu, Koltim Dethan mengaku legah saat Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo datang melihat langsung kondisi ruas Jalan Taebenu.
Pasalnya, pada ruas Jalan Taebenu terutama pada lokasi patahan kondisinya curam dan berliku (blok S) yang menghubungkan Kelurahan Oebufu dengan Kelurahan Naimata.
Ini jalan, tegas Koltim, pemerintah sudah lama membiarkan menganga begini. Padahal ini jalan yang menghubungkan Kelurahan Oebufu dengan Kelurahan Naimata. Sehingga praktis di ruas jalan alternatif ini tidak bisa dilewati kendaraan.
“Kami masyarakat sekitar sudah senang pak Walikota datang melihat langsung kondisi patahan ini. Sebelum pak Christian Widodo dilantik kami sudah buat komitmen, ada suratnya nanti saya tunjuk”, demikian Koltim.
Nah, setelah dilantik jadi Wali Kota, tambah dia, pak Christian Widodo tadi katakan ini jalan segera mulai dibangun tahun ini. Artinya kami sudah legah pak Christian sudah mampu menjawab kebutuhan yang ditunggu-tunggu masyarakat selama ini.
Dia mengatakan, kondisi patahan Jalan Taebenu oleh akibat banjir sudah lama terjadi dan dibiarkan menganga. Persisnya sudah 4 (empat) tahun lamanya atau sejak bencana Seroja tanggal 5 April 2021 silam.
