“Dua orang calon Dirut ini punya rekam jejak di bidang perbankan. Kalau pak John Praing orang internal Bank NTT. Sedangkan Charli Paulus orang dari luar tapi juga lama berkecimpung di bidang perbankan”, tegas Gubernur Melky.
Selain Calon Dirut Bank NTT, lanjut Gubernur Melky, hasil assesment dalam RUPS LB ini juga menetapkan calon Komisaris Utama (Komut) atas nama Stefanus Donny Heatubun. Dia adalah mantan Kepala Perwakilan BI Prov. NTT.
Sementara Komisaris Independen (Komin) yang sebelumnya hanya ada dua posisi, kini bertambah jadi empat posisi. Empat nama yang ditetapkan untuk posisi tersebut, yakni Frans Gana, Eko Setiabudi, Josef Jiwadeole dan satu nama lainnya dari Bank Jatim.
Lebih lanjut dia menyebut, untuk jabatan di jajaran direksi juga terjadi penambahan. Selain Calon Dirut, Charlie Paulus dan Y. L. Praing, ada dua calon Direktur Operasional dan SDM yakni Y. L. Praing dan Rahmat Saleh.
Kemudian Direktur Kredit diisi oleh Aloysius Geong; Direktur IT Sony Pellokila; Direktur Dana yakni ibu Siti Aksa; Direktur Kepatuhan ibu Revi dari Bank Jatim; dan Direktur Treasury dan Keuangan adalah Heru dari Bank Artha Graha,
“Sejumlah nama yang ditetapkan ini, selanjutnya akan mengikuti fit and proper test di Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujarnya.
Tidak Mengulangi Proses
Menjawab berapa besar saham dari Bank Jatim invest ke Bank NTT, Gubernur NTT Melky Laka Lena selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank NTT, dia tidak menyebut angka persisnya. Tapi yang pasti
besarnya saham nanti setelah terisi struktur kepengurusan dari hasil keputusan OJK.
“Tadi kami sudah sepakat nanti setelah direksi dan komisaris ini disetujui OJK dan dilantik, segera bertemu kembali untuk membahas rencana bisnis bersama dengan semua pemegang saham. Termasuk penyertaan modal dari Bank Jatim yang baru dilakukan SHA,” ungkap Melky Laka Lena dalam jumpa pers usai RUPS.
