Arca Bunda Maria diarak masuk gedung Kapela St. Paulus yang belum selesai dibangun. Acara Misa dilangsungkan secara terbuka dalam bangunan kapela yang letaknya tepat disamping Gua Maria Fatima Bello. Acara Misa dipimpin langsung Pastor Paroki St.Fransiskus dari Assisi Kupang RD. Longginus Bone dan didampingi RD.Tony Kobesi serta konselebran.
Saat Misa Romo Dus mengajak umat Katolik mendoakan secara khusus pejabat pemerintah dimana saja mereka mengabdi. agar mereka diberikan kesehatan, kearifan dan kebijaksanaan dalam memimpin masyarakat.
Sementara Romo Tony dalam homilinya mengajak umat untuk saling mengasihi sama seperti Bunda Maria mengasihi putra-Nya Yesus Kristus.
Bunda Maria dan Santa Elisabeth saudaranya, adalah dua sosok wanita sederhana yang sungguh dicintai dan dikasihi Allah. Kedua wanita ini hanyalah orang bisa-biasa saja dan tampil apa adanya. Ini menunjukkan kepada kita untuk hidup sederhana tapi saling mengasihi.
Acara misa berlangsung sederhana namun meriah. Walau hanya beratapkan langit umat berlimpah ruah. Ada yang duduk tapi lebih banyak umat yang berdiri. Disana hanya terbangun satu tenda sebagai altar perjamuan sekaligus tempat ditahtakan Arca Bunda Maria.
Usai Misa dilanjutkan dengan Novena Bunda Maria hari kedua. Acara misa ditutup dengan kembali mentahtakan
arca Bunda Maria di Gua Maria Fatima Bello.
Tetkait pembangunan Romo Dus optimis dengan semangat yang luar biasa dari semua umat, impian untuk menyelesaikan pembangunan gedung gereja baru yakni gereja St.Paulus Bello bisa segera terwujud.
Dia mengatakan, keputusan untuk menjadikan Gua Maria Fatima Bello dan Gereja St. Paulus Bello sebagai lokasi perayaan Misa Penutupan Bulan Maria tahun 2025 adalah bagian dari memotivasi umat lebih semangat dalam berswadaya agar secepatnya menuntaskan pengerjaan fisik gedung gereja tersebut.
History Bulan Maria
