Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Optimalisasi PELAYANAN Konsumen, Dirut BENNY Berikhtiar KEMBANGKAN SUMBER Air Potensial

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

“Untuk menjaga kualitas air maka pelayanan jaringan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi konsumen dari 36 sumber potensial yang ada ini tersebar di wilayah Kabupten Kupang dan Kota Kupang. Selain Perumda juga punya 5 titik sumur bor yang juga difilter berkali-kali agar bebas ecoli”, jelas Esron.

Sementara Kasubag Perencanaan Yusser A. Bessi mengatakan, untuk konsumen di Kota Kupang da 12 zona pelayanan. Sedangkan konsumen di Kabupaten Kupang terbagi dalam 5 Wilayah. Meliputi wilayah Semau, Tarus, Camplong, Oelamasi, dan wilayah Amabi Oefeto.

“Jadi untuk Kota Kupang kita layani konsumen yang tersebar di 12 Zona itu. Dengan sumber yang dari Baumata Kabupaten Kupang maupun sumber milik Perumda yang ada di wilayah Kota Kupang”, tandasnya.

Bahkan menurut Bessie, konsumen di Kota Kupwng lebih cenderung menggunakan air bersih dari PDAM Kupang tinimbang Kota Kupang. Termasuk pesanan tanki air dari sumur bor milik Perumda, seperti yang selama ini melayani konsumen di perumahan BPK Perwakilan NTT.

Bessie juga mengakui, masalah yang dihadapi Perumda adalah jaringan pipa milik PDAM Kota Kupang dipasang bersamaan jalur dengan jaringan pipa milik PDAM Kabupaten Kupang.

Akibatnya bisa terjadi “sabotase” sehingga kami terus awasi. Terutama titik krusial yang selama ini terjadi di depan CV Guntur Oebobo dan depan RSUD W.Z Johanes Fontein. Juga yang sering bermasalah pipa bocor itu di seputaran Jl. Siliwangi dan Jl. Soekarno.

Pendekatan Persuasif

Menjawab SR yang dimiliki Perumda Air Minum (sebelumnya PDAM) Kabupaten Kupang, Benny mengatakan, total SR yang terpasang (terlayani) sebanyak 37.095 unit. Atau total konsumen yang terdata di Perumda sebanyak 37.095 pelanggan. Namun pelanggan Aktif sebanyak 22.012 SR. Sedangkan 15.083 SR masuk kategori pelanggan Tidak Aktif.

“Nah, kepada pelanggan tidak aktif ini di jaman saya jadi Dirut, kami bentuk tim untuk dilakukan pendekatan persuasif. Upaya pendekatan persuasif untuk mengurai titik permasalahan yang dialami konsumen. Apakah terkait kebocoran jaringan oleh akibat umur ekonomis, dan tau debet air yang tidak sesuai harapan. Ataukah masalah human error, dimana petugas pencatat meteran air yang belum akurat. Apakah karena peralatan meteran tidak maksimal berfungsi, atau petugasnya tidak sampai ke rumah pelanggan”, tuturnya

Sumber: Liputan langsung
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Bupati Kupang Yosef Lede, Pilkada Serentak 2024. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Bupati Kupang Yosef Lede, Pilkada Serentak 2024.