Diketahui, Rakor kali ini melibatkan berbagai pihak selain jajaran Pemerintah Provinsi NTT. Diantaranya Pimpinan Perbankan yaitu Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT, Bank NTT, Bank BCA, Bank Mandiri. Selain itu terdapat perwakilan pengusaha diantaranya Komisari PT. Subasuka Go dan Pemilik Rumah Tenun Ina Ndao.
Kepala Perwakilan BI, Agus Sistyo Widjajati menyampaikan kondisi perekonomian NTT saat ini masih belum stabil dibandingkan dengan kondisi.. sebelum terjadinya Covid-19.
“Kondisi pertumbuhan ekonomi saat ini memang terjadi peningkatan, namun jika dibandingkan dengan daerah lain, kondisi pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTT belum kembali normal seperti sebelum terjadinya pandemi covid-19. Ini perlu kerja sama dan kolaborasi untuk pengelolaan aset serta peningkatan transaksi agar kondisi perekonomian kembali normal,” jelas Agus Sistyo.
Sementara itu Komisaris PT. Subasuka Go, Yohanes Don Putra Gotama menambahkan, pihaknya siap mendukung program pemerintah terutama dalam peningkatan PAD untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.
“Sebagai pengusaha tentunya kami siap mendukung program-program pemerintah dalam peningkatan PAD agar pelayanan kedepan semakin berdampak pada masyarakat. Sebagai sesama manusia yang punya keyakinan, ini penting untuk saling mendukung dengan cara memanusiakan orang lain,” ucapnya. +++ marthen/*
