“Kami ingin masyarakat dibekali dengan kemampuan dasar untuk menangani pasien dengan henti jantung. Target awal kami adalah pelatihan kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kupang,” jelasnya.
Senada dengan itu, dr. Ronal menambahkan bahwa pelatihan akan digelar secara gratis untuk ASN sebagai bentuk bakti sosial IDI.
“Kegiatan ini akan dikemas dengan judul Everybody Can Do CPR, untuk mengedukasi masyarakat luas bahwa pertolongan pertama bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi bisa dilakukan oleh siapa saja yang menjadi penolong pertama,” ujarnya.
Dokter Anton menambahkan bahwa kegiatan ini ditargetkan diikuti oleh 300 ASN dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Kupang. Selain sebagai kegiatan sosial, pelatihan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menjelang Musyawarah Cabang IDI yang akan digelar awal September mendatang.
Pertemuan diakhiri dengan sesi foto bersama dan komitmen bersama untuk segera menindaklanjuti pelaksanaan pelatihan ini melalui koordinasi lintas sektor. +++ marthen/*
