“Jadi hari ini adalah memang hari yang bersejarah. Kita mulai suatu usaha besar. Jadi kita sudah mengerti bahwa konsep koperasi adalah konsep orang yang lemah, yang kuat mereka tidak mau berurusan dengan koperasi,” ujar Prabowo.
Presiden juga menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam pelaksanaan koperasi, dengan mengibaratkan koperasi seperti seikat lidi yang hanya akan menjadi kuat dan berfungsi optimal jika bersatu. Dengan jumlah yang masif, koperasi-koperasi ini akan menjadi kekuatan kolektif yang mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat dari tingkat desa dan kelurahan.
“Dari ekonomi lemah menjadi kekuatan ekonomi yang kuat. Ini adalah konsep koperasi. Konsep koperasi adalah konsep gotong royong,” tambahnya.
Ke depan, koperasi juga diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi, memperlancar aliran bahan pokok, dan menyediakan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk obat-obatan, dengan harga terjangkau.
Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi motor penggerak ekonomi lokal, tetapi juga alat kedaulatan ekonomi rakyat yang berpihak pada prinsip keadilan dan pemerataan.
Koperasi Bukan Sekadar Entitas Bisnis
Terkait dengan acara peluncuran Kelembagaan Kopdes Merah Putih ini, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam acara peluncuran ini, mulai dari BUMN, BUMD, TNI, Polri, hingga para Camat, Kepala Desa, dan Lurah di seluruh NTT.
