Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Pengelolaan DAS BERKELANJUTAN Menuju KOTA KUPANG Tangguh dan SMART CITY

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Lebih lanjut dia membeberkan, data hasil kajian BP DAS Benain Noelmina mencatat bahwa kondisi alam wilayah Kota Kupang memiliki Lahan Kritis dan Krisis Air. Kawasan hulu Kupang kini memiliki lebih dari 4.500HA (hektare) lahan kritis, terutama di perbukitan Amarasi dan Kupang Timur. Degradasi vegetasi menyebabkan erosi, sedimentasi sungai, serta penurunan debit air tanah yang berdampak langsung pada ketersediaan air bersih di wilyah hilir yakni Kota Kupang.

Fenomena ini menjadi alarm/warning (peringatan, red) ekologis bagi semua pihak agar pembangunan kota tidak hanya berorientasi fisik, tetapi juga berbasis konservasi.

Kupang Jaga Airnya

Dalam Roadmap Kota Kupang Smart City 2025–2030, Pemerintah Kota Kupang mengusung enam pilar utama. Yaitu Smart Governance, Smart Economy, Smart Living, Smart People, Smart Mobility, dan Smart Environment.

BP DAS Benain Noelmina mengambil peran penting di pilar Smart Environment dengan menghadirkan program berbasis data dan teknologi seperti Pemetaan DAS berbasis GIS (Geographic Information System);
Database vegetasi dan tanah DAS; serta
Integrasi data lingkungan ke sistem , Kupang Smart Green Data Hub, yang merupakan hasil kolaborasi antara BP DAS, Dinas PUPR, Dinas Kominfo, dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Kupang.

“Teknologi digital akan membantu kita memahami kondisi DAS secara cepat dan akurat. Tapi tanpa kesadaran bersama, teknologi hanyalah alat, bukan solusi,” ujar Dolfus.

Untuk menggapai Kupang Kota Cerdas (Smart City) khususnya smart living dan smart environment 2025–2030, Dolfus mengajak pemerintah dan masyarakat Kabupaten dan Kota Kupang untuk bekerja kolaborasi dan saling sinergis. Dalam kerangka merehabilitasi dan inovasi hijau pada area tutupan lahan di hulu dan hilir.

“Kalau pak Wali Kota Kupang Christian Widodo punya waktu luang kami mau ketemu dan mengajak beliau membuat semacam Gerakan Revolusi Hijau. Sehingga pada setiap hari Jumat Bersih itu para pegawai turun lapangan tanam pepohonan (Go Green). Jadi tidak hanya di Taman Noatalgia saja, tapi di semua titik wilayah ini”, kata Dolfus.

Penanaman aneka jenis pohon oleh siswa Gudep Pramuka di lingkungan SMAN 1 Oesao Kab. Kupang. Doc. marthen/Ist.

Hal serupa, jelas Dolfus, BP DAS Benain Noelmina secara berkelanjutan telah melaksanakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di kawasan hulu dan sempadan sungai. Sejak 2022, lebih dari 120 ribu bibit pohon telah ditanam di area tangkapan air Lasiana, Oebobo, dan Baumata. Selain itu, dibangun pula sumur resapan, embung mini, dan jalur vegetatif konservasi untuk menjaga daya serap air dan menambah cadangan air tanah.

Sumber: Liputan langsung
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Kupang Green City, Program 100 Hari Christian Widodo Serena Corsgrova Fancid. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Kupang Green City, Program 100 Hari Christian Widodo Serena Corsgrova Fancid.