“Transformasi digital bukan pilihan, melainkan keniscayaan. Jika di kemudian hari ada hal yang perlu disesuaikan atau dikonsultasikan kembali. Kami sangat terbuka. Dalam manajemen pasti ada perubahan, ada pemeliharaan sistem, dan semua itu perlu dikomunikasikan sejak awal agar perangkat daerah dapat menyesuaikan,” ujar Jefry.
Ia mencontohkan pengalaman penggunaan aplikasi SIPD yang kerap membutuhkan pembaruan sistem. Transparansi kepada masyarakat menjadi hal yang sangat penting.
“Masyarakat saat ini sangat sensitif. Jika ada peningkatan sistem atau kendala teknis, mohon diinformasikan dengan baik supaya publik mendapatkan informasi yang sama,” tambah Jefry.
BARONDA Simbol Baru Cara Kerja Pemkot
Dalam forum tersebut, Sekda Jefry juga mengangkat arahan Wali Kota Kupang mengenai program BARONDA (Bapenda Road to Optimalisasi Pendapatan Daerah). Program ini menjadi simbol baru cara kerja pemerintah: bukan menunggu, tapi bergerak; bukan reaktif, tapi proaktif.
“Baronda ini bukan jalan-jalan santai. Ini strategi jemput bola untuk memperkuat pendapatan daerah dan memastikan ekonomi daerah bergerak,” tegasnya.
Dengan tambahan dukungan perbankan melalui layanan yang lebih modern, pendekatan BARONDA akan makin efektif dalam memperluas edukasi, pengawasan, dan optimalisasi pajak daerah.
Kolaborasi ini untuk Kota yang terus tumbuh lebih dari sekadar penandatanganan. Kegiatan ini menggambarkan wajah baru Kota Kupang, sebuah kota yang ingin tumbuh bersama warganya. Pemerintah hadir dengan solusi nyata, sementara BTN menawarkan teknologi dan efektivitas layanan yang mendukung visi pembangunan.
