Ini mencerminkan komitmen kepemimpinan baru yang terbuka terhadap kritik dan masukan. Hasilnya kini terlihat jelas. Mobilitas warga meningkat, lalu lintas lebih lancar, dan aktivitas ekonomi tumbuh lebih cepat.
Jalan yang rapi bukan hanya mempermudah pergerakan, tetapi juga menjadi simbol keteraturan dan kemajuan. Setiap perbaikan yang dilakukan membawa efek domino positif bagi kota.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menyebut perubahan ini sebagai langkah awal menuju transformasi total. “Kami ingin membangun kepercayaan masyarakat melalui tindakan nyata. Jalan mulus bukan sekadar proyek, tetapi tanda bahwa pemerintah hadir untuk rakyat,” ujarnya.
Kalimat itu kini menjadi semangat kerja seluruh jajaran pemerintah Kota
Kupang, warga masyarakat pun kini bisa berbangga. Dari jalan yang rusak hingga menjadi kota yang rapi, ini adalah bukti nyata bahwa ketika kepemimpinan berpihak pada rakyat, perubahan pasti terjadi.
Anggaran 5,7 Miliar
Pemerintah Kota Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam membenahi infrastruktur kota, khususnya ruas-ruas jalan yang menjadi nadi mobilitas warga.
Pejabat Pembuat Komitmen/Pejabat Penandatanganan Kontrak (PPK) Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Kupang
Yohanes Pu’u, memastikan pada tahun 2026 ruas jalan di samping GOR Flobamora Oepoi, tepatnya Jl. Iman Budiman Kupang segera dilakukan perbaikan.
