Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

AIR Adalah Denyut KEHIDUPAN Pelan Tapi PASTI Pemkot KUPANG Selesaikan PEKERJAAN Dasar Untuk KESEJAHTERAAN

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Masalahnya, ketika kemarau memanjang, debit sumur ikut merosot. Jadwal pengaliran yang semestinya dua kali seminggu terpaksa dikurangi. Di banyak titik, air mengalir hanya sekali seminggu. Bahkan kadang tak mengalir sama sekali.

Inilah realita yang tidak terlihat: mesin bekerja, pipa bergetar, tetapi pasokan tetap tak mampu mengejar kebutuhan kota yang terus tumbuh.

Meski Perumda telah hadir di enam kecamatan, beberapa kelurahan seperti TDM, Kayu Putih, sebagian Liliba, dan sebagian Oebobo masih belum tersentuh jaringan. Wilayah ini sebelumnya mendapat suplai dari BLUD SPAM Provinsi, namun kerja sama itu berakhir pada 2022.

Kini, Perumda kembali membuka pintu. PKS baru dengan BLUD SPAM sedang dijajaki untuk memulihkan suplai—sebuah langkah penting bagi warga yang sudah tiga tahun terus menunggu solusi.

Tarif pemasangan SR reguler yang mencapai Rp2,5 juta menjadi hambatan bagi banyak warga. Pemerintah Kota membaca situasi, dan Perumda menindaklanjuti dengan Program Promo Sambungan Baru dan Buka Segel (SBBS) sejak 13 Oktober 2025. Biaya diturunkan menjadi Rp1,5 juta, dengan DP hanya Rp800 ribu, sisanya dapat dicicil hingga tujuh kali.

Program ini disambut hangat: hampir 200 SR baru terpasang hingga Desember. Promo berakhir 31 Desember, namun menjadi momentum penting bahwa ketika layanan dasar dimudahkan, masyarakat bergerak.

Untuk mengatasi keterbatasan sumber, Perumda mengelola 10 sumur bor skema B2B, termasuk Sumber Air Hitam Unkris. Infrastruktur ini, yang diserahkan operasionalnya sejak awal 2025, kini memasok air bagi 500 sambungan rumah di Bimoku, Lasiana, dan Oesapa.

Di sisi lain, kualitas tetap diawasi ketat. Uji laboratorium dilakukan setiap bulan di Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT. Hasilnya, air Perumda layak sebagai air bersih. Meski belum seluruh parameter memenuhi standar air minum langsung, Direktur Lilijawa memastikan kadar E.coli aman.

 

Kupang sedang berjalan ke arah Smart City, tetapi teknologi secanggih apa pun tidak akan berarti tanpa pemenuhan kebutuhan dasar: air bersih, listrik, sanitasi, dan lingkungan yang sehat.

Disinilah Pemerintah Kota Kupang mengambil langkah strategis:
menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dasar demi kesejahteraan, termasuk memperkuat layanan air minum sebagai hak setiap warga. +++ marthen/advetorial