Wali Kota juga memberikan apresiasi khusus kepada Komunitas Kupang Runner yang dipercaya menjadi panitia inti. “Di era kepemimpinan saya dan Ibu Wakil, setiap event olahraga harus melibatkan komunitas. Pemerintah tidak boleh jalan sendiri. Komunitas bukan hanya peserta, tapi panitia utama,” ujarnya.
Dukungan pun datang dari berbagai pihak swasta dan perbankan, seperti Biznet, PLN, Bank NTT, Bank BNI, Wings Food, serta Kalbe melalui Hidrokoko dan Fitbar. Sinergi pemerintah, komunitas, dan dunia usaha inilah yang membuat CFN terasa hidup sejak malam pertama.
Wali Kota juga menyinggung keberhasilan penataan kawasan Saboak, yang dulu sempat diragukan namun kini menjelma menjadi pusat ekonomi UMKM yang ramai. Car Free Night diyakini akan semakin menguatkan ekosistem ekonomi kreatif di kawasan tersebut.
“Banyak hal yang awalnya dianggap tidak mungkin. Tapi kalau dikerjakan dengan ikhlas dan gotong royong, pasti jadi mungkin. It always seems impossible until it is done,” ucap Christian.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Kupang, Margaritha Salean, SE., MAP, menjelaskan bahwa Car Free Night merupakan langkah strategi menghadirkan ruang kota tanpa kendaraan bermotor pada malam hari, demi meningkatkan kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, dan interaksi sosial.
Melalui CFN, aktivitas positif seperti olahraga, seni budaya, dan UMKM diharapkan tumbuh seiring, menjadikan malam Kota Kupang lebih aman, ramah, dan bernilai ekonomi. Antusiasme warga pun terasa kuat. Wali Kota bersama Sekda dan para kepala perangkat daerah turut berlari hingga garis finis, menyatu dengan warga tanpa sekat jabatan.
Pesan Sederhana Namun Kuat: Kota Ini Dibangun Bersama
