Ketua KUB St. Arnoldus Janssen, Melky Parera, menyampaikan dengan jujur kondisi umatnya. Ekonomi umat di KUB ini memang sederhana, namun hati umat terbuka.
Dengan semangat kekeluargaan, KUB tersebut menyatakan kesanggupan untuk berkontribusi. “Sebagai satu keluarga, kami saling melengkapi. Dari KUB kami sanggupi Rp900.000 per bulan,” ucapnya lirih namun mantap.
Pendekatan dialogis yang diwarisi dari spiritualitas Santo Arnoldus Janssen terasa nyata malam itu. Umat, pengurus stasi, dan tim teknis duduk bersama, berdialog dalam perjumpaan iman, meski diwarnai perbedaan pandangan tentang kemampuan dan sumbangan pembangunan gereja baru tersebut.
Wakil Ketua Stasi St. Agustinus Bello, Martinus Mudu, menjelaskan bahwa pastor paroki bersama pengurus stasi telah menyambangi 18 KUB untuk menyampaikan progres pembangunan Gereja St. Paulus Bello.
Pertumbuhan jumlah umat yang kini mencapai sekitar 2.500 jiwa menjadi alasan kuat perlunya gereja baru.
“Progres pembangunan saat ini baru mencapai sekitar 42 persen. Ini murni hasil swadaya umat,” jelasnya.
Dari sisi teknis, Moa Rena memaparkan bahwa total anggaran pembangunan mencapai lebih dari Rp5 miliar, dengan luas bangunan sekitar 1.200 meter persegi.
