“Ini adalah contoh nyata sinergi antara dunia pendidikan dan pembangunan daerah. Sekolah, khususnya SMA dan SMK, harus menjadi pusat pembelajaran yang menumbuhkan keterampilan, kemandirian, dan jiwa kewirausahaan siswa,” tegasnya.
Panen raya ini turut dihadiri Bupati Kupang Yosef Lede, S.H., Anggota DPRD Provinsi NTT Komisi V Wiston Rondo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang Amin Juariah, S.P., M.Si.
Selain itu turut hadir Kapolsek Kupang Timur IPTU Tobias D. Naraha, Danramil 1604-02 Camplong Lettu Inf. Alfonso Pareira, Camat Kupang Timur Marina Ludji, S.IP., M.M., para guru, serta seluruh siswa-siswi SMA Negeri 1 Kupang Timur.
Terpantau koresponden media ini, budidaya cabai rawit dilakukan pada 36 bedeng yang disesuaikan dengan jumlah rombongan belajar.
Setiap kelas, tulis Alberth, mengelola satu bedeng dengan ukuran panjang 40 meter dan lebar 2 meter, dengan total tanaman mencapai sekitar 3.000 anakan.
Dari pengelolaan tersebut, sekolah mampu menghasilkan ratusan kilogram cabai setiap minggu, membuka peluang ekonomi produktif berbasis pendidikan.
Keberhasilan ini menegaskan komitmen SMA Negeri 1 Kupang Timur sebagai sekolah yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi siswa melalui pembelajaran berbasis praktik nyata. +++ cnc/alberth
