Gubernur Melky : Keberhasilan MBG bukan hanya tentang jumlah porsi makanan yang……
Citra News.Com, KUPANG – PAGI itu, Rabu 4 Pebruari 2026, suasana Hotel Swiss Belcourt Kupang terasa berbeda.
Di balik deretan kursi dan layar presentasi, berkumpul para pendidik, fasilitator, akademisi, hingga praktisi kesehatan dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Bali.
Mereka datang dengan satu tujuan: memastikan setiap piring makanan yang tersaji bagi anak-anak Indonesia aman, bergizi, dan bermartabat.
Di ruangan itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena secara resmi membuka Pelatihan bagi Pelatih (Training of Trainers/ToT) Standar Gizi dan Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pelatihan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar besar membangun generasi masa depan anak bangsa melalui dapur-dapur pelayanan makanan atau dikenal Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang sarat gizi dan berkualitas.
Hadir mendampingi, Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional Suardi Samiran, Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah NTT–NTB Yudisthira Yewangoe, fasilitator dari Kementerian Kesehatan, BPOM, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta para akademisi Institut Pertanian Bogor.
Merawat Gizi = Merawat Harapan
Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas para fasilitator regional agar mampu menularkan pengetahuan kepada tenaga pendidik dan penjamah makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Semua bermuara pada satu sasaran utama yakni mendukung implementasi Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029.
