Bagi Gubernur Melky, pers bukan hanya penyampai kabar, tetapi juga mitra kritis, penjaga nurani, dan agen atau penggerak perubahan – The Agent of Changes.
Citra News.Com, KUPANG – PAGI itu, Senin, 9 Februari 2026, suasana di ruang kerja Gubernur Nusa Tenggara Timur terasa berbeda. Di balik pintu ruang kerja Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena beri Apresiasi untuk PERS dan Harapan akan KRITIK yang Membangun.
Usai memimpin rapat bersama jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menerima tim peliput dengan wajah yang penuh semangat.
Di tengah kesibukannya memimpin roda pemerintahan di Kupang, Melky-sapaan akrabnya- menyempatkan diri menyampaikan pesan khusus bagi insan pers, bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional ke-80.
Dengan nada suara yang hangat, ia membuka perbincangan. “Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT, saya mengucapkan selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh insan pers di mana pun berada,” ujarnya.
Kalimat itu bukan sekadar formalitas. Bagi Melky, pers bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga bagian penting dari perjalanan demokrasi dan pembangunan daerah. Pers adalah Penjaga Demokrasi di tengah arus Informasi.
Dalam percakapan yang mengalir santai namun sarat makna, Gubernur Melky mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada para jurnalis.
Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan teknologi, peran pers justru semakin vital. Media menjadi penjaga nalar publik, penyaring fakta, sekaligus penyeimbang di tengah berbagai dinamika sosial dan politik.
“Pers sudah menjaga proses demokrasi kita tetap berjalan dengan baik. Memberikan informasi yang mencerahkan, mencerdaskan, dan membawa kebaikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.
