Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

TIGA PESAN Strategis Gubernur MELKY Untuk Kampus STIKES St. Elisabeth Lela MAUMERE Flores

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Tampak ADPRD NTT, Roby Tulus Bapa (kiri) mendampingi Gubernur Melky Laka Lena saat Kunker ke STIKES St. Elisabeth Lela Kab. Sikka, Kamis (22/2/2026). Doc. CNC/biro APim setdantt

Perawat, Globalisasi, dan Mental Pelayanan (hospitality) – demikian tiga pesan strategis Gubernur NTT, Melky Laka Lena untuk civitas akademica di Kampus STIKES Santa Elisabeth Lela.

Citra News Com, MAUMERE — KUNJUNGAN kerja Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, ke STIKES St.(baca : Santa) Elisabeth Keuskupan Maumere pada Kamis 12 Pebruari 2026 bukan sekadar agenda seremonial.

Di hadapan ratusan mahasiswa keperawatan, ia menyampaikan pesan strategis tentang arah baru pembangunan kesehatan NTT: Perawat sebagai ujung tombak transformasi dan aktor penting di panggung global.

Alih-alih memaparkan data teknis “Situasi Kesehatan Provinsi NTT Tahun 2025”, Melky memilih mengulas makna Undang-Undang Kesehatan Omnibus Law yang pernah ia kawal di DPR RI.

Bagi Melky, regulasi tersebut bukan hanya soal administrasi, melainkan upaya membongkar sekat-sekat ego sektoral dalam dunia kesehatan.

Menurutnya, sistem kesehatan modern (global) menuntut kesetaraan peran antara dokter, perawat, bidan, dan tenaga pendukung lainnya. Model kolaboratif seperti di negara maju harus menjadi rujukan Indonesia, termasuk di NTT. “Tidak boleh ada lagi hierarki yang menghambat pelayanan,” tegasnya.

Hospitality sebagai Ukuran Mutu

Dalam interpretasi Melky, kualitas perawat masa depan tidak cukup diukur dari keterampilan medis. Aspek keramahan dan empati justru menjadi penentu utama keberhasilan pelayanan. Ia mencontohkan rumah sakit di Penang, Malaysia, yang diminati pasien Indonesia karena sikap humanis para perawatnya.

Ia juga mengutip pesan tokoh kesehatan NTT, Ben Mboi, tentang pentingnya memperlakukan pasien sebagai keluarga. Pesan ini menegaskan bahwa profesi kesehatan pada dasarnya adalah tugas kemanusiaan, bukan sekadar pekerjaan teknis.

Bagi Melky, “wajah ramah” perawat adalah bagian dari terapi. Sikap dingin dan apatis, sebaliknya, dapat memperlemah proses penyembuhan. Pandangan ini menempatkan perawat sebagai figur sentral dalam pengalaman pasien di fasilitas kesehatan.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Gubernur Melky Laka Lena, STIKES St. Elisabeth Maumere. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Gubernur Melky Laka Lena, STIKES St. Elisabeth Maumere.