Sebagai contoh, ia menyinggung suasana toleransi yang hidup di sekitar Gereja Katedral Kristus Raja Kupang, yang kerap menjadi ruang perjumpaan antarumat dalam semangat saling menghormati.
“Esensi membangun kota terletak pada tumbuhnya pendidikan, kerukunan, dan nilai-nilai kehidupan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Gedung baru SD Inpres Naimata dibangun dengan total anggaran Rp3,9 miliar, yang bersumber dari APBN dan APBD Kota Kupang. Fasilitas yang tersedia kini jauh lebih lengkap, mulai dari ruang kelas yang representatif hingga sarana penunjang pembelajaran.
Wali Kota Kupang ini pun mengajak seluruh warga sekolah untuk menjaga fasilitas tersebut, termasuk membiasakan budaya peduli lingkungan melalui pemilahan sampah.
Ia juga mendorong pemanfaatan lahan sekolah untuk mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Setiap siswa bisa merawat satu tanaman. Dari situ, mereka belajar tanggung jawab dan cinta lingkungan sejak dini,” pesannya.
Tak hanya menekankan aspek fisik dan lingkungan, Wali Kota Christian juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara ilmu, iman, dan karakter dalam proses pendidikan.
“Ilmu, iman, dan karakter harus berjalan bersama. Ketiganya akan membentuk pribadi yang rendah hati, tangguh, dan berintegritas,” tuturnya.
