Karena itu, menurutnya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan harga tetap stabil dan bahan pokok tetap tersedia bagi masyarakat.
“TPID ini bukan hanya tim koordinasi buat gagah-gagahan. TPID punya tanggung jawab moral, karena inflasi itu menyangkut ongkos hidup masyarakat kecil. Jadi jangan main-main,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Kupang telah merencanakan pelaksanaan pasar murah di 27 titik di seluruh wilayah kota.
Tahap awal kegiatan ini dimulai di tiga lokasi dengan memastikan ketersediaan bahan pokok dalam jumlah cukup agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Di tengah antusiasme warga yang mengantre, Walikota Christian juga mengingatkan masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Kita tidak boleh lengah, tapi juga jangan panic buying. Jangan karena takut sesuatu terjadi lalu kita beli beras banyak-banyak, minyak goreng ditimbun. Ambil sesuai kebutuhan saja,” pesannya.
Menariknya, pelaksanaan pasar murah kali ini juga mulai memanfaatkan sistem pendataan yang lebih tertib. Warga yang berbelanja cukup menunjukkan fotokopi KTP dan memanfaatkan barcode yang telah disiapkan panitia.
Sistem ini diharapkan dapat mengatur antrean dengan lebih rapi sekaligus memastikan distribusi bahan pokok tepat sasaran.
