Keluarga dr. Christian Widodo pose bersama Uskup Mgr. EWALDUS Martinus Sedu di Istana Keuskupan Maumere, Senin (23/6/2026). Doc. CNC/tim
Wali Kota Kupang, dokter Christian Widodo Pulang Kampung, kembali ke Akar keluarga di Maumere sebagai bentuk penghormatan terhadap asal-usul yang terus hidup dalam tradisi dan keyakinan.
Citra News.Com, MAUMERE – PERJALANAN Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo ke Maumere Kabupaten Sikka pada 22–23 Maret 2026 bukan sekadar kunjungan keluarga biasa.
Di balik agenda yang tampak sederhana-ziarah makam leluhur, silaturahmi gerejani, hingga kunjungan akademik-tersimpan narasi yang lebih dalam tentang relasi antara identitas, iman, dan tanggung jawab sosial seorang pemimpin daerah.
Berangkat dari Kupang pada Minggu (22/3/2026), dr. Christian Widodo bersama dr. Widya Cahya Widodo didampingi kedua orang tuanya, Theo Widodo dan Theressia Avilla, kembali ke akar keluarga di Maumere—sebuah ruang geografis yang sekaligus menjadi ruang batin.
Bagi banyak keluarga di Flores, pulang kampung bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk penghormatan terhadap asal-usul yang terus hidup dalam tradisi dan keyakinan.
Ziarah sebagai Penguatan Identitas dan Iman
Puncak dari perjalanan ini terjadi di kompleks pemakaman umum Ile Getang, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur Kota Maumere.
Di sana, dr. Christian Widodo bersama keluarga mengikuti pemberkatan makam leluhur—Opa dan Oma dari dokter Christian Widodo dalam suasana khidmat.
Ritual ini tidak hanya menjadi ekspresi penghormatan terhadap mereka yang telah mendahului, tetapi juga refleksi atas kesinambungan nilai dalam keluarga.
Dalam tradisi Katolik yang kuat di Flores, ziarah makam memiliki makna teologis sekaligus kultural: Mengenang, Mendoakan, dan Meneguhkan kembali iman dalam lintasan generasi.
Kehadiran seorang pemimpin publik (Christian Widodo, red) dalam ruang yang sangat personal ini, memperlihatkan bahwa dimensi kepemimpinan tidak berdiri terpisah dari akar spiritual dan keluarga. Justru dari sanalah legitimasi moral sering kali bertumbuh.
Harmoni yang Tetap Terjaga
