Bagi Jefry Pelt selaku moderator dalam Rapat Evaluasi tersebut bahwa angka 108 keputusan mencerminkan upaya membangun fondasi kolaborasi lintas sektor yang selama ini kerap berjalan sendiri-sendiri.
Citra News.Com, KUPANG – SEBUAH rapat yang tidak sekadar rutinitas birokrasi berlangsung di Hotel Kristal, Rabu (15/04/2026). Di ruangan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang seperti sedang menulis bab baru tentang bagaimana pembangunan kota harus dijalankan. Perubahan terjadi bukan sendiri-sendiri, tetapi bersama, lintas sektor, dan dengan komitmen yang terukur.
Dipimpin langsung oleh Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, didampingi Wakil Wali Kota Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc, serta dimoderatori Sekretaris Daerah (Sekda) Jefry Edward Pelt, S.H, Rapat Evaluasi dan Koordinasi Lintas Sektor ini menjadi pertemuan strategis yang menyatukan arah kebijakan dari seluruh perangkat daerah.
Momentum ini terasa berbeda dari pertemuan-pertemuan sebelumnya. Bukan hanya karena jumlah peserta yang lengkap, tetapi karena target yang dicanangkan jauh lebih ambisius: menyatukan visi pembangunan Kota Kupang melalui kerja kolaboratif yang konkret, bukan sekadar konsep di atas kertas.
Moderator merangkum sebanyak 42 perangkat daerah, termasuk perusahaan daerah, hadir dalam forum tersebut. Mereka tidak hanya melaporkan capaian, tetapi juga duduk bersama merumuskan langkah-langkah baru yang dapat mempercepat program prioritas kota.
Dari diskusi panjang itu, lahirlah 108 keputusan strategis, angka yang menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam mengubah pola kerja birokrasi.
Lebih dari sekadar angka, 108 keputusan tersebut mencerminkan upaya membangun fondasi kolaborasi lintas sektor yang selama ini kerap berjalan sendiri-sendiri.
Setidaknya 12 lingkup kolaborasi strategis berhasil dirumuskan, yang menyentuh berbagai sektor layanan publik hingga inovasi daerah.
Di antara keputusan penting yang lahir dari forum tersebut adalah pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Penanggulangan Anak Jalanan, sebuah langkah yang dinilai mendesak di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesejahteraan anak di ruang publik kota.
