Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

POLITIK Tanpa FILSAFAT Arah KEKUASAAN Bisa TERSESAT

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Gagasan akademik, lanjut dia, juga tidak boleh berhenti di ruang diskusi atau jurnal ilmiah. Ia harus diuji dalam realitas sosial, meski sering kali menghadapi resistensi, baik dari masyarakat maupun pemerintah sendiri. Di titik inilah peran akademisi menjadi krusial – menghadirkan kritik yang tajam namun konstruktif.

Pesan Kenabian

Lebih jauh, Gubernur Melky juga menyinggung bahwa benturan antara gagasan dan kekuasaan bukan hanya fenomena lokal, tetapi bagian dari dinamika global. Dunia saat ini menunjukkan bahwa ide dan kepentingan sering berhadapan secara keras, mempengaruhi arah kebijakan hingga tingkat paling bawah.

Dalam konteks itu, ia mendorong Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero untuk terus melahirkan pemikir-pemikir yang berani menyuarakan “pesan-pesan kenabian” yakni gagasan yang berpihak pada kemanusiaan, keadilan, dan kebebasan berpikir.

Menariknya, dalam refleksinya, Melky juga menyoroti peran seni sebagai medium komunikasi gagasan kritis. Musik, film, dan karya budaya, menurutnya, memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan kemanusiaan dengan cara yang lebih menyentuh dan mudah dipahami masyarakat luas.

Sementara itu, dari sisi dunia pendidikan tinggi, Adrianus Amheka mengingatkan bahwa pengukuhan guru besar bukan sekadar simbol prestasi pribadi, tetapi bentuk pertanggungjawaban akademik yang menjaga kehormatan kampus.

Ia memaparkan fakta yang cukup menggelisahkan: dari sekitar 3.000 dosen aktif di NTT, jumlah profesor di perguruan tinggi swasta masih di bawah satu persen. Angka ini jauh dari standar ideal minimal 10 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan penguatan kualitas akademik di daerah masih sangat besar.

Dalam konteks itu, kehadiran Otto Gusti Ndagong Madung dinilai memiliki nilai strategis. Filsafat politik bukan bidang yang populer secara kuantitas, tetapi sangat penting secara kualitas, karena berperan membentuk arah pemikiran bangsa.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero.