Tahun 2026 ini, jelas Christian, Pemerintah Kota Kupang menjangkau 101 pasangan dari berbagai denominasi agama. Sekaligus menghadirkan program lain seperti beasiswa bagi ratusan siswa, sunatan massal, hingga rehabilitasi rumah warga.
Namun di antara semua itu, ada satu benang merah yang mengikat yaitu keberpihakan pada kehidupan dasar masyarakat.
Di dalam gereja, satu per satu pasangan mengucapkan janji. Suara mereka mungkin tidak terlalu lantang, tetapi cukup untuk meneguhkan keputusan besar yang mereka ambil.
Dan mungkin di situlah makna sesungguhnya dari “lilin-lilin kecil” yang dimaksud sang Walikota. Ini bukan sekadar metafora, tetapi gambaran nyata tentang bagaimana sebuah kota dibangun bukan dari atas, melainkan dari dalam. Yaitu dari keluarga ke keluarga, atau dari rumah ke rumah.
