Wakil Wali Kota Kupang, Serena Corsgrova Francis mengingatkan, program BSPS dibangun dengan semangat swadaya dan gotong royong. “Kata swadaya bukan berarti harus membangun sendiri tanpa bantuan pemerintah”, tegasnya.
Citra News.Com, KUPANG – MESKI secara angka masih terdapat banyaknya warga Kota Kupang yang tinggal di rumah tak layak huni. Namun melalui ‘tangan dingin’ Christian Widodo dan Serena Corsgrova Francis, kini pemerintah pusat memberi jatah 500 unit rumah dari sebelumnya direncanakan 100 unit.
Menganut prinsip ‘To Govern is To Serve‘ – memerintah adalah melayani – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis secara intens melakukan komunikasi dengan Pemerintah Pusat. Kabar baik pun datang bagi masyarakat Kota Kupang yang berpenghasilan rendah mendapat tambahan quota dari Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
“Awalnya Kota Kupang hanya dapat 100 unit. Akan tetapi setelah kami berkonsultasi dan audiensi dengan Pemerintah Pusat, maka kita di Kota Kupang mendapat tambahan menjadi total 500 rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)”, ungkap Serena Francis, saat membuka sosialisasi Program BSPS Tahun Anggaran 2026 di Kantor Camat Alak, Rabu (13/5/2026).
Di hadapan lurah, RT/RW, tokoh masyarakat dan calon penerima bantuan, Serena menegaskan bahwa rumah layak huni bukan sekadar bangunan fisik, tetapi tempat bertumbuhnya harapan sebuah keluarga.
“Rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi fondasi kehidupan keluarga. Rumah yang layak akan melahirkan lingkungan yang sehat, aman dan nyaman bagi tumbuh kembang keluarga,” ujar Serena.
Lebih lanjut dia menjelaskan, tambahan kuota tersebut setelah Pemerintah Kota Kupang melakukan audiensi langsung dengan kementerian terkait bersama jajaran Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Awalnya, tegasnya berulang, Kota Kupang hanya dapat 100 unit. Tetapi setelah kami berkonsultasi dan audiensi, kita mendapat tambahan menjadi total 500 rumah.
Bagi banyak warga berpenghasilan rendah, program ini menjadi secercah harapan untuk memperbaiki kondisi rumah yang selama ini rusak, bocor, atau belum memiliki sanitasi memadai.
