Dalam rapat tersebut, juga disepakati penambahan modal dari sejumlah pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi NTT menambah penyertaan modal sebesar Rp30 miliar, Kabupaten Malaka Rp5 miliar, dan Kabupaten Alor Rp3 miliar.
Tak hanya dalam bentuk uang tunai, RUPS juga membuka peluang penyertaan modal dalam bentuk aset seperti tanah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan Bank NTT.
Pihak pemegang saham optimistis berbagai keputusan strategis tersebut akan membawa Bank NTT menjadi lebih kuat dan kompetitif.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Melky mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disiapkan Bank NTT mencapai Rp350 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp50 miliar dialokasikan khusus bagi pekerja migran asal NTT.
