Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Bangun PARIWISATA Bahari ALOR, Gubernur MELKY : Harus Bisa Meninggalkan JEJAK UANG

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Pernyataan itu memperlihatkan adanya perubahan cara pandang pemerintah daerah terhadap industri wisata bahari. Jika sebelumnya wisata dipromosikan semata-mata demi kunjungan wisatawan, kini pemerintah mulai menuntut keadilan ekonomi dari aktivitas wisata yang berlangsung di wilayah konservasi.

Persoalan ini menjadi penting karena kawasan bahari Alor bukan hanya ruang wisata, tetapi juga ruang hidup masyarakat pesisir yang bergantung pada laut. Di titik inilah muncul tantangan terbesar yaitu bagaimana menjaga konservasi laut tanpa mematikan ekonomi masyarakat lokal.

Gubernur Melky mengingatkan bahwa konservasi tidak akan berjalan efektif apabila masyarakat merasa dibatasi tanpa memperoleh manfaat ekonomi yang jelas.

Menurutnya, pendekatan konservasi harus diubah dari sekadar pembatasan menjadi model pengelolaan bersama yang memberi keuntungan bagi warga pesisir. “Konservasi akan berjalan baik kalau berdampak juga pada ekonomi masyarakat lokal,” katanya.

Pernyataan tersebut dapat dibaca sebagai kritik halus terhadap sejumlah pola konservasi yang selama ini lebih menempatkan masyarakat sebagai objek pengawasan ketimbang mitra utama pengelolaan lingkungan.

Karena itu, Gubernur Melky mendorong lahirnya formula baru yang mempertemukan kepentingan konservasi dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Perlindungan Kawasan

Konsep perhutanan sosial yang memadukan perlindungan kawasan dengan manfaat ekonomi warga disebutnya bisa menjadi contoh untuk diterapkan di kawasan bahari Alor.

Interpretasi pemerintah provinsi terhadap pembangunan Alor tampak semakin jelas. Bahwa laut di kawasan Kabupaten Alor harus dijaga, tetapi rakyat di sekitar laut juga harus hidup layak. Di sisi lain, pemerintah juga mulai membaca pentingnya membangun model wisata yang lebih inklusif.

Gubernur Melky menilai Alor tidak harus mengikuti pola Labuan Bajo yang diarahkan sebagai destinasi wisata premium dengan biaya tinggi.
Menurutnya, Alor justru memiliki peluang menjadi destinasi yang terbuka bagi berbagai segmen wisatawan, mulai dari kelas menengah hingga wisatawan umum.

Strategi ini dianggap lebih realistis untuk memperluas perputaran ekonomi masyarakat lokal. Artinya pembangunan wisata Alor tidak diarahkan menjadi ruang eksklusif bagi wisatawan elite. Tetapi sebagai destinasi yang tetap ramah bagi masyarakat luas sambil menjaga kualitas lingkungan.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Wisata Bahari Kabupaten Alor. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Wisata Bahari Kabupaten Alor.