“Saya sangat bahagia bisa bakatumu dan bertatap muka langsung dengan bapak dan ibu tokoh-tokoh NTT yang berpengaruh di Kota Medan ini,” ujar Christian.
Bagi Pemerintah Kota Kupang, keterbukaan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Karena itu, pemerintah terus membuka ruang komunikasi agar warga dapat menyampaikan kritik, saran, maupun keluhan secara langsung.
“Kami Pemerintah Kota Kupang terus berbenah dan terbuka menerima masukan serta kritik yang membangun dari seluruh warga kota,” tegasnya.
Dalam perspektif pemerintahan, langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak lagi dipahami semata sebagai penyediaan infrastruktur, tetapi juga pembangunan tata kelola yang partisipatif.
Christian Widodo memandang diaspora sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman, jejaring, dan gagasan yang dapat ikut memperkuat pembangunan daerah.
Sejumlah tokoh NTT di Sumatera Utara yang hadir diantaranya Brigjen TNI Josafath MR Duka, Sarmento, Felix Giwa Djaha, Yohanis Wulang, Bob Solokana, serta tokoh perempuan NTT di Medan, Adolfina Koamesakh. Turut hadir Ketua Forum Pemuda NTT Wilayah Sumatera Utara Devis Abuimau Karmoy bersama Sekretaris Agustinus Lancang.
Sementara hadir mendampingi Wali Kota Kupang dalam agenda tersebut adalah Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, Asisten I Setda Kota Kupang Hengky G. Malelak, dan Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang Wildrian Ronald Otta.
