Citra News.Com, KUPANG – DI UJUNG Kota Kupang area Fatubena dalam lanskap Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, sebuah gerakan besar Pramuka sedang menemukan kembali denyut kehidupannya.
Di Bumi Perkemahan (Buper) Fatubena bukan sekadar tenda yang berdiri. Juga bukan sekadar barisan anak-anak berseragam cokelat yang memenuhi bumi perkemahan. Namun dari Buper Fatubena, Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang membangun kembali ruang perjumpaan, pendidikan karakter, kepemimpinan, sekaligus konsolidasi generasi muda dari seluruh penjuru provinsi kepulauan NTT.
Jambore Daerah X (ke-10) Pramuka NTT menjadi momentum penting dann titik temu bagi kebangkitan Pramuka. Sedikitnya ada 17 Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten/Kota se-NTT berkumpul di Buper Fatubena. Mereka datang membawa identitas daerah masing-masing, tetapi dipertemukan oleh satu semangat yang sama: membangun generasi muda NTT melalui pendidikan kepramukaan.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Pramuka tidak lagi sekadar dipahami sebagai kegiatan perkemahan. Ia menjadi ruang pendidikan sosial yang mempertemukan anak-anak muda dengan nilai disiplin, kemandirian, gotong royong, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap daerah serta bangsa. Disini Jamda X memiliki makna yang lebih luas dari sekadar agenda organisasi.
Ketua Umum Panitia Jambore Daerah (Jamda) X Pramuka NTT, Ambrosius Kodo, yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, menyampaikan bahwa Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dijadwalkan membuka secara resmi Jambore Daerah Pramuka Penggalang se-NTT pada Rabu pagi, 29 Juli 2026, di Bumi Perkemahan Fatubena.
Ambros mengatakan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dijadwalkan membuka kegiatan. Wakil Gubernur NTT, Johny Asadoma akan menutup Jamda X. Ketua DPRD NTT, Emy Julia Nomleni dijadwalkan memimpin upacara api unggun, sementara Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo akan melepas sekaligus menerima peserta Karnaval Budaya.
