Ir. Benyamin Nahak, MT (kanan) Dikukuhkan jadi Ketua Umum PERGATI Prov. NTT Masa Bhakti 2024 – 2028. Doc. marthen radja/CNC
Yel-yel “NTT Juara”, sesungguhnya yang sedang dibangun Benny Nahak bukan hanya semangat bertanding, melainkan juga rasa percaya diri bahwa prestasi lahir dari keberanian bermimpi, kerja keras, dan pembinaan yang tidak pernah berhenti.
Citra News.Com, KUPANG – SEBUAH target besar lahir dari ruang pelantikan dan pengukuhan Pengurus Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (PERGATSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di bawah kepemimpinan Ir. Benyamin Nahak, MT, gatebal NTT dipatok untuk meraih sedikitnya tiga medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
Target untuk mengangkat harga diri NTT ini disampaikan Beny Nahak – demikian ia akran disapa, usai resmi dilantik sebagai Ketua Umum PERGATSI NTT Masa Bakti 2024–2028 di Aula El Tari Kupang, Sabtu (1/8/2026).
Acara tersebut bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi olahraga, tetapi sebuah deklarasi bahwa NTT tidak ingin hanya menjadi pelengkap pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Bagi Benny dalam dua tahun menjelang PON adalah waktu yang cukup untuk membangun fondasi organisasi sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Optimisme itu bukan tanpa alasan. Pada Kejuaraan Nasional Gatebal 2025, jela Benny, kontingen NTT berhasil membawa pulang dua medali emas. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa olahraga yang belum begitu populer di masyarakat ini sebenarnya memiliki potensi besar jika dibina secara serius dan berkelanjutan.
“Kalau dua emas sudah bisa diraih di Kejurnas, maka tiga emas di PON bukan mimpi. Bahkan kalau lima emas bisa dicapai, tentu akan menjadi kebanggaan yang luar biasa,” ujar Beny penuh semangat.
Menurut dia, tantangan terbesar bukan sekadar menyiapkan atlet, melainkan membangun organisasi hingga ke akar rumput. Karena itu, ia menargetkan dalam waktu dekat kepengurusan PERGATSI sudah terbentuk di sedikitnya enam hingga sepuluh kabupaten/kota dari total 22 daerah di NTT. Tanpa organisasi yang kuat, pembinaan atlet dinilai tidak akan berjalan maksimal.
