Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Polkam  

Ketika BERAS Sampai di Meja MAKAN, Negara Hadir di Tengah KELUARGA

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Angka tersebut bukan sekadar statistik program. Di balik puluhan ribu penerima manfaat terdapat rumah tangga, orang tua, anak-anak dan keluarga yang membutuhkan dukungan agar kebutuhan pangan mereka tetap terjaga.

Penyaluran bantuan pangan tersebut berlangsung dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momentum itu dimanfaatkan Christian untuk mengajak masyarakat melihat makna kemerdekaan dari sudut yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kemerdekaan, katanya, tidak berhenti pada peringatan sejarah tentang terbebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan. Kemerdekaan harus terus diisi dengan tindakan nyata yang membuat masyarakat memiliki kesempatan hidup lebih baik.

“Mari terus kita perjuangkan kemerdekaan itu dengan mengisi hal-hal yang baik dan positif. Warga harus mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik, anak-anak harus dapat bertumbuh untuk mewujudkan cita-citanya, dan keluarga harus selalu merasa terlindungi serta diperhatikan,” ajaknya.

Dengan demikian, semangat kemerdekaan tidak hanya berkibar di tiang bendera, tetapi juga hadir di rumah-rumah warga dalam bentuk perlindungan, pelayanan dan perhatian pemerintah. “Mari kita isi kemerdekaan dengan tindakan nyata: pemerintah hadir, warga terlindungi, dan tidak ada yang merasa ditinggalkan”, ujarnya optimis.

Sementara Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTT, Dr. Drs. Yusuf Lery Rupidara, M.Si., melihat bantuan pangan dari perspektif yang tidak kalah penting.

Ia menegaskan bahwa bantuan pangan yang diterima masyarakat pada hakikatnya merupakan hak masyarakat. Pemerintah provinsi maupun pemerintah kota berperan mengelola dan memastikan bantuan tersebut sampai kepada warga yang memang berhak menerimanya.

Namun bantuan itu tidak dimaksudkan untuk menyelesaikan seluruh persoalan pangan keluarga. Bantuan menjadi jaring pengaman sekaligus dorongan agar masyarakat tetap bekerja, berusaha, hidup hemat dan membangun kemandirian ekonomi.

Bagi Yusuf, masyarakat yang semakin mandiri secara ekonomi merupakan bagian dari makna kemerdekaan dan kedaulatan. Sebab kemerdekaan tidak hanya berarti bebas dari penjajahan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri.

Ia pun mengapresiasi Perum Bulog yang terus bekerja memastikan bantuan pangan menjangkau masyarakat di berbagai wilayah NTT.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, menjelaskan bahwa bantuan pangan beras merupakan salah satu bentuk jaring pengaman sosial.

Program tersebut diarahkan untuk membantu menjaga daya beli masyarakat, memperkuat stabilitas pangan nasional sekaligus meringankan kebutuhan pangan keluarga.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Beras Bantuan Pangan Nasional. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Beras Bantuan Pangan Nasional.