Kehadiran pemimpin negara di tengah warga memperlihatkan bahwa penanganan bencana bukan semata urusan pemerintah daerah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan daerah.
Usai memimpin rapat koordinasi di Posko Penanganan Bencana, Presiden Prabowo Subianto didampingi Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menuju Lapangan Berdikari. Presiden kemudian meninjau dapur umum dan dapur lapangan Polri untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi, khususnya makanan, tersedia secara layak dan mencukupi.
Saat memasuki kawasan tenda pengungsian, suasana berubah haru. Sejumlah warga menangis dan memeluk Presiden sebagai ungkapan rasa kehilangan sekaligus kebahagiaan karena dapat menyampaikan langsung kondisi yang mereka alami.
“Saya datang untuk melihat langsung kondisi kalian. Saya sampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh rakyat Flores, terutama mereka yang kehilangan keluarga,” ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut memberi gambaran bahwa pemerintah mulai menyiapkan tahapan berikutnya, dari fase tanggap darurat menuju pemulihan. Hunian sementara dan perbaikan rumah menjadi bagian penting agar masyarakat tidak terlalu lama hidup dalam ketidakpastian di tenda-tenda pengungsian.
“Percayalah pemerintah tidak akan membiarkan saudara-saudara sendiri. Kita hadir dan akan terus membantu,” ucap Prabowo.
Percepatan Pemulihan
Sementara Wendi Firman, warga Kecamatan Aesesa mengatakan, kehadiran Presiden Subianto di tengah masyarakat Nagekeo menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
