Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Presiden PRABOWO Subianto Beri BANTUAN 200 Miliar Untuk PEMULIHAN Gempa FLORES

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Tampak Presiden Prabowo menggendong bocah terdampak Gempa Flores di kamp pengungsian di Nagekeo, Rabu 26 Agustus 2026. Doc. CNC/biro Apim setdantt.

Gubernur Melky : “Terima kasih. Kehadiran Presiden memberikan semangat baru bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit”.

Citra News.Com, MBAY – DUKA Flores belum sepenuhnya reda, Presiden RI Prabowo Subianto secara langsung datang menyapa. Lapangan Berdikari, di Mbay ibukota Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Rabu (26/8/2026), menjadi ruang perjumpaan antara harapan masyarakat dan kehadiran negara.

Ribuan warga terdampak gempa yang sejak pagi menanti, akhirnya melihat langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir di tengah mereka. Presiden tidak hanya datang untuk menyampaikan bantuan, tetapi juga menyaksikan dari dekat kehidupan para penyintas yang masih bertahan di tengah ancaman gempa susulan.

Kehadiran Kepala Negara itu menghadirkan suasana berbeda di tengah tenda-tenda pengungsian. Ada warga yang menyambut dengan senyum, ada yang mengangkat tangan, bahkan ada yang tak kuasa menahan air mata ketika Presiden mendekat dan menyapa mereka.

Bagi para penyintas khususnya warga Flores terdampak gempa tektonik bekekuatan M7,7, pada Sabtu 15 Agustus 2026, perjumpaan tersebut bukan sekadar seremoni kenegaraan. Di balik jabat tangan dan pelukan, terselip pesan sederhana yang sangat berarti. Bahwa mereka tidak sedang menghadapi bencana ini sendirian.

Kedatangan Presiden Prabowo ini secara resmi menyalurkan bantuan kemasyarakatan sebesar Rp200 miliar untuk mendukung penanganan bencana gempa Flores.

Dari total bantuan tersebut terbagi atas Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan masing-masing Rp160 miliar untuk 8 (delapan) kabupaten terdampak. Kedelapan kabupaten masing-masing dijatahkan Ro20 Miliar, yakni Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Kabupaten Flores Timur.

Namun, di balik angka Rp200 miliar itu, terdapat persoalan yang jauh lebih besar. Gempa tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga memukul rasa aman masyarakat, memisahkan keluarga, mengganggu aktivitas ekonomi, dan memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Karena itu, kunjungan Presiden ke lokasi pengungsian memiliki makna politik pemerintahan yang lebih luas.