Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Sosbud  

Dari JAMBORE Kembali ke Rumah, Christian Widodo: KALIAN Adalah WAJAH KOTA Kupang

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Bagi Gisela dan teman-temannya, jambore bukan sekadar perjalanan keluar daerah. Di sana mereka belajar menjadi lebih mandiri, disiplin, bekerja sama dan menghadapi berbagai situasi dengan mental yang lebih tangguh.

Hal serupa dirasakan orang tua peserta. Jia Djawas mengaku sempat menyimpan kekhawatiran ketika anak-anak harus pergi jauh dan cukup lama. Namun kekhawatiran itu terbayar ketika mereka kembali dengan selamat membawa cerita dan pengalaman baru.

“Sebagai orang tua, kami sangat berterima kasih dan bangga karena anak-anak mendapat kesempatan mengikuti Jambore. Anak-anak pulang tidak hanya membawa kenangan, tetapi juga membawa pengalaman dan karakter yang akan menjadi bekal bagi mereka,” ungkapnya.

Dari perspektif pemerintahan, kesempatan itu menjadi bagian penting dalam investasi pembangunan sumber daya manusia. Sebab, pendidikan karakter tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Disiplin, kepemimpinan, solidaritas dan kemampuan bekerja sama justru sering tumbuh dari pengalaman langsung.

Karena itu, dr. Christian meminta para peserta tidak membiarkan pengalaman tersebut berhenti ketika jambore berakhir. “Jangan selesai hanya di Jambore. Apa yang kalian dapatkan tentang ketangguhan, disiplin dan mental, bawa terus dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Komitmen itu bahkan terlihat sejak awal. Ketika kuota resmi kontingen Kota Kupang hanya 32 orang, laporan hasil seleksi menunjukkan terdapat 48 anak yang mengikuti proses penjaringan dan memiliki semangat besar untuk berangkat. Wali Kota kemudian mengambil keputusan agar seluruh 48 peserta diberangkatkan.

“Awalnya hanya 32 orang yang akan diberangkatkan. Tetapi setelah saya mendapat laporan bahwa peserta seleksi berjumlah 48 orang, saya memutuskan semuanya ikut. Saya ingin semua anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang melalui kegiatan jambore,” kata dr. Christian.

Dukungan tersebut juga diperkuat dengan tambahan dana rekreasi secara pribadi sebesar Rp10 juta dari Wali Kota bagi peserta Jamnas XII. Bagi pemerintah, keberpihakan kepada anak-anak bukan hanya soal pembiayaan kegiatan, tetapi memberikan ruang agar generasi muda memperoleh pengalaman, keberanian dan kepercayaan diri.

Dokter Christian Widodo juga mengapresiasi para peserta karena telah menjaga nama baik Kota Kupang selama berada di luar daerah. Mereka disebut sebagai wajah Kota Kupang yang harus mampu menunjukkan sikap tertib, disiplin dan bertanggung jawab.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Jambore Daerah ke-10 Gerakan Pramuka NTT. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Jambore Daerah ke-10 Gerakan Pramuka NTT.