Pdt. Uly : Pihak gereja dan.jemaat GMIT Betlehem Penkase Oeleta telah membuat 27 biopori dari total 60 kepala keluarga.
Citra News.Com, KUPANG – PEMERINTAH Kota (Pemkit) Kupang memperkuat gerakan konservasi air tanah melalui peluncuran biopori sebagai bagian dari gerakan “Kupang Berair” – Kupang Bersatu Rawat Air dan Tanah).
Langkah tersebut dilakukan dalam Workshop Membangun Komitmen Bersama untuk Aksi Implementasi Konservasi Air Tanah, yang digelar PLAN International Indonesia bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (30/9/2026).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H., menegaskan, workshop ini tidak boleh berhenti pada komitmen di atas kertas. Komitmen harus diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan.
“Ini workshop tentang komitmen. Komitmen bukan sekadar berbicara di sini, tetapi harus ada implementasinya di luar,” tegas Ignasius.
Menurut dia, kerja sama Pemkot Kupang dan PLAN International Indonesia berlangsung selama empat tahun dan kini memasuki tahun pertama melalui program Cerdas Kelola Air dan Lahan Berkelanjutan (CERAH).
