Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Polkam  

TAWURAN Atarpelajar, Neda Lalai : Ini PR Besar Bagi KELUARGA dan SEKOLAH

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Citra News.Com, KUPANG – KETUA Komisi IV DPRD Kota Kupang, Neda Ridla Lalay menilai rapuhnya pengawasan digital anak oleh pihak keluarga dan sekolah dapat memicu tawuran antarpelajar. Ini adalah PR besar bagi keduabelah pihak yang sesungguhnya saling mendukung tumbuh kembangnya anak dalam sebuah lingkungan pendidikan.

Seperti halnya, jelas Neda, baru-baru ini
tawuran kembali pecah antara SMKN 3 Kota Kupang versus SMAN 2 Kota Kupang di Kecamatan Kota Lama, pada Senin (29/9/2026).

“Peristiwa tersebut sesungguhnya dipicu saling tantang di media sosial. Ini bukan sekadar kenakalan, tapi sinyal darurat bahwa keluarga dan sekolah kecolongan. Dan ini PR besar bagi keluarga dan sekolah”, tegas Neda saat ditemui di Gedung DPRD Kota Kupang, Senin (5/10/2026).

Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Nasdem ini mengaku pasca kejadian ia turun langsung ke lokasi bersama Plt. Kadis PK Kota Kupang, Ernest Ludji. “Dari Plt. Kadis PK Kota Kupang bapak Ernest Ludji sudah turun, kami dari DPR juga sudah turun ke lokasi sekolah asal pelajar yang terlibat tawuran. Menurut saya kasus ini harus dilihat secara utuh”, ujarnya.

Akar persoalannya sangat khas bagi anak-anak zaman sekarang. Apalagi pengaruh penggunaan media sosial saat ini memang sangat rawan. Awalnya hanya saling bully antarpribadi, akhirnya meluas ke kelompok karena mereka sudah punya grup-grup WhatsApp.

“Setelah ditelusuri, motifnya sederhana namun berbahaya. Setelah saya cari tahu, katanya karena saling baku bully di medsos. Mereka mau uji nyali melalui Medsos,” tambah Neda.