“Berani memeriksakan diri bukanlah tanda ketakutan, melainkan bentuk kepedulian dan tanggung jawab terhadap kehidupan,” ujarnya.
Pemerintah Kota Kupang, lanjut Serena, terus mendorong pendekatan promotif dan preventif melalui berbagai program kesehatan, antara lain imunisasi, vaksinasi HPV gratis, serta skrining kanker payudara.
Pemkot Kupang juga merencanakan program Parenting Class bagi calon orang tua untuk memperkuat pemahaman tentang kesehatan dan pengasuhan keluarga.
Wawali Kota Kupang Serena mengharapkan, kegiatan skrining tidak berhenti sebagai agenda pemeriksaan bagi ASN perempuan, tetapi berkembang menjadi gerakan kesadaran kesehatan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, perempuan tidak hanya menjadi penggerak kesejahteraan keluarga, tetapi juga memiliki kesempatan yang sama untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidupnya.
Dukungan terhadap upaya tersebut datang dari Dewan Pakar Perempuan Indonesia Maju sekaligus relawan Komunitas Relawan Indonesia Sejahtera (KRIS), Dr. Jusuf Kristianto. Ia menyampaikan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan komunitas dan tenaga kesehatan guna memperluas akses pelayanan serta edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya Widodo; Kepala BKPPD Kota Kupang, Abul Avensius, S.T., M.M.; Ketua Umum KOWANI, Nanny Hadi Tjahjanto; Bidan Minarti Nurgrahany; serta jajaran perangkat daerah, tenaga kesehatan, akademisi, dan ASN perempuan.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan pentingnya kerja bersama dalam membangun kesadaran kesehatan yang menjangkau lebih banyak perempuan.
Kolaborasi ini sejalan dengan kegiatan sehari sebelumnya, pada Kamis (15/10), ketika Pemerintah Kota Kupang bersama Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), KRIS, dan mitra kesehatan memperkuat upaya pemberantasan tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan di RSUD S.K. Lerik Kota Kupang. Kerja sama tersebut juga memberikan perhatian terhadap kesehatan perempuan, termasuk dukungan bagi pelaksanaan skrining kanker payudara.
