Citra News.Com, KUPANG – PEMERINTAH Kota Kupang memperkuat pengelolaan rantai pasok alat dan obat kontrasepsi guna memastikan pelayanan Keluarga Berencana (KB) di fasilitas kesehatan tidak terkendala kekurangan stok. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, UNFPA, serta Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT).
Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja dan kegiatan penguatan manajemen rantai pasok alat dan obat kontrasepsi di Puskesmas Bakunase, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi sistem persediaan, pelaporan, dan distribusi kebutuhan kontrasepsi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Hengky C. Malelak, S.STP., M.Si., menyambut langsung rombongan pemerintah pusat dan mitra pembangunan internasional.
Turut hadir Sekretaris Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Sekretaris Utama BKKBN, Prof. Budi Setiyono, M.Pol.Admin., Ph.D.; Konselor Government and Human Development DFAT, Joanna O’Shea; Deputi Residen Representatif UNFPA, Verania Andria; Direktur Bina Akses Pelayanan KB, dr. Fajar Pirdawati, M.K.M.; serta Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si.
Hengky menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan mitra internasional dalam memperkuat program KB di Kota Kupang
Menurutnya, ketersediaan alat dan obat kontrasepsi merupakan bagian penting dalam menjamin kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
