Dampak tersebut mulai terlihat selama pelaksanaan LLMC III di Semau Sport City. Puluhan tenda UMKM lokal yang menjajakan makanan dan minuman ramai dikunjungi atlet maupun penonton.
Bagi para pelaku usaha kecil, kehadiran ratusan pengunjung menjadi kesempatan memperoleh tambahan pembeli dan meningkatkan pendapatan.
Bahkan, keberangkatan rombongan menuju Pulau Semau turut difasilitasi Julie dengan mencarter seluruh perahu penyeberangan dari Pelabuhan Tenau menuju Pelabuhan Hansisi.
Dukungan transportasi tersebut membantu kelancaran mobilitas atlet, ofisial, pengurus PERKEMI, dan keluarga yang ingin menyaksikan pertandingan final.
Meski membawa misi pengembangan pariwisata dan ekonomi, Julie menegaskan bahwa pembinaan atlet tetap menjadi tujuan utama LLMC. Kejuaraan ini harus menjadi ruang menemukan bibit potensial, meningkatkan kemampuan teknis, memperkuat persaudaraan antardojo, sekaligus mempersiapkan atlet NTT menghadapi kompetisi nasional dan internasional.
Keseriusan tersebut diarahkan pada persiapan menghadapi Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo di Nagoya, Jepang, serta Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. PERKEMI NTT bahkan merencanakan mendatangkan pelatih dari Jepang untuk meningkatkan kualitas latihan dan kemampuan para kenshi.
Bagi Julie, prestasi seorang kenshi tidak boleh hanya diukur melalui jumlah medali atau kemampuan mengalahkan lawan. Kempo juga merupakan jalan pembentukan karakter, disiplin, tanggung jawab, rasa hormat, dan penghayatan terhadap nilai-nilai persaudaraan.
Atlet yang berhasil meraih kemenangan diminta tidak cepat berpuas diri. Sebaliknya, mereka yang belum berhasil harus menjadikan hasil pertandingan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan terus meningkatkan kemampuan. Sebab, prestasi besar tidak lahir dari proses yang instan, melainkan dari ketekunan dan kemauan untuk terus belajar.
Dukungan terhadap pembinaan atlet juga mendapat perhatian Wakil Ketua Umum I Pengprov PERKEMI NTT, Sensei George M. Hadjoh. Ia menyampaikan bahwa selama 48 tahun perjalanan PERKEMI NTT, baru kali ini atlet yang mengikuti kejuaraan antarkota mendapatkan dukungan bonus dengan nilai lebih dari Rp200 juta. Bahkan total dukungan yang diberikan mencapai Rp228 juta.
Selain itu, Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, memberikan tambahan sumbangan sebesar Rp100 juta untuk seluruh atlet.
Menurut George, besarnya dukungan tersebut harus dijawab melalui prestasi. Para atlet tidak boleh hanya menikmati fasilitas dan penghargaan, tetapi harus membuktikan kesungguhan melalui kerja keras dan pencapaian yang membanggakan daerah.
