Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

SMKN 1 Kupang A MERAJAI LLMC III, Semau Jadi Panggung PRESTASI dan Kebangkitan EKONOMI

CitraNews

“Tugas kita adalah menciptakan prestasi. Prestasi tidak lahir dari game, tetapi lahir dari proses kerja keras dan pantang menyerah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia LLMC III, Ignasius Repelita Rega, SH, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

Dukungan datang dari Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Lakalena selaku Ketua Umum KONI NTT, para kepala daerah se-NTT, pengurus PERKEMI, perangkat daerah terkait, tim medis, insan pers, orang tua kenshi, wasit, dan para pelatih.

Panitia memberikan medali dan piagam kepada para juara pertama, kedua, dan ketiga. Selain itu, disiapkan bonus pembinaan bagi kontingen atau dojo yang menempati peringkat satu hingga sepuluh, termasuk penghargaan khusus bagi kenshi dan wasit teladan.

Pelaksanaan LLMC III tahun ini juga memperluas cakupan pertandingan dengan menghadirkan cabang olahraga tinju selain Shorinji Kempo. Perluasan tersebut menunjukkan bahwa LLMC mulai diarahkan menjadi kegiatan olahraga yang lebih besar, dengan potensi menarik partisipasi masyarakat dan memperluas dampak ekonomi di daerah penyelenggara.

Dari mimbar LLMC III meninggalkan pesan bahwa sebuah kejuaraan tidak harus berhenti ketika pertandingan selesai dan medali dibagikan. Prestasi atlet memang menjadi kebanggaan, tetapi manfaat yang dirasakan masyarakat merupakan bagian penting dari keberhasilan sebuah kegiatan olahraga.

Semau telah mendapatkan panggung untuk memperkenalkan potensi daerahnya. Para pelaku UMKM memperoleh kesempatan mengembangkan usaha, sementara atlet NTT mendapatkan ruang untuk mengukur kemampuan dan mempersiapkan masa depan prestasi mereka.

Jika kolaborasi tersebut terus dibangun secara konsisten, sport tourism bukan sekadar gagasan seremonial. Ia dapat menjadi salah satu jalan untuk mempertemukan prestasi olahraga, promosi pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat NTT.

Sebab, kemenangan sejati sebuah kejuaraan bukan hanya ketika atlet mengangkat trofi, melainkan ketika masyarakat di sekitarnya ikut merasakan manfaatnya.  +++ marthen/elas