Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Sosbud  

BENCANA Angin ‘Mendera’ EMPATI Wagub JOSEF

CitraNews

“Syukurlah kejadian robohnya gedung SMAN 3 ini pada hari libur (Minggu) sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Pasca bancana angin aktivitas KBM berjalan seperti biasa walaupun dilaksanakan KBM dibawah pohon,”kata Dina.

Sembari menjelaskan,  jumlah siswa/siswi SMAN 3 Amarasi Timur sebanyak 78 orang. Jumlah guru 11 orang terdiri dari 3 guru PNS dan 9 orang guru honorer. Meski dalam kondisi yang memprihatinkan namun semangat para guru serta keaktifan siswa tidak pernah surut.

Terkait rencana renovasi, kata Dina, pihaknya sudah melakukan urung rembuk dengan kepala desa, warga, komite, dan orangtua murid untuk membangun kembali gedung kelas sederhana

secara gotong royong.

“Kami bersepakat dalam satu minggu ke depan ini kami kami membangun kembali gedung kelas yang roboh akibat bencana angin. Terima kasih kepada bapak Wagub yang sudah membantu kami untuk pembangunan gedung darurat ini,”ucap Dina.

Mungkinkah Wagub Datang  Kalau Tanpa Ada Bencana?

Pada kesempatan itu Camat Amarasi Timur, Yakob Banesi menyampaikan rasa bangsa dan berterima kasih atas kepedulian dari Wagub Josef dan pemerintah Provinsi NTT.

“Terima kasih atas kunjungan perdananya bapak Josef Nae Soi.  Karena musibah bencana angin puting beliung yang merobohkan gedung SMAN 3 ini mengundang pemerintah provinsi datang bertemu masyarakat dan melihat langsung kondisi desa. Mungkin kalau tidak ada bencana ini kita tidak dapat bertemu disini,”kata Banesi.

Mendaras pada ungkapan kritis sang Camat Banesi ini, bisa dipahami dengan perspektif yang berbeda-beda. Bisa mungkin selama 10 atau 5 tahun berlalu masyarakat di ujung Timur Amarasi tidak pernah bertatap muka langsung dengan gubernur atau wakil gubernurnya. Terlebih bantuan akan kebutuhan di sector pendidikan. Padahal pendidikan salah satu agenda program pembangunan pemerintah Provinsi NTT di era-nya Gubernur/Wagub sebelumnya. Persisnya di era Gubernur Frans Lebu Raya dan Wagub Esthon Foenay (FREN). Ataukah pada masa FRENLY (Frans Lebu Raya dan Benny Alexander Litelnoni).