Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

NTT Bukan MISKIN Harta dan Intelektual Tapi Miskin AKSESIBILITAS

Menurut Wagub Nae Soi, dengan meningkatnya rasio elektrifikasi di NTT dari tahun ke tahun, akan membantu anak muda dan para pelajar dalam meningkatkan pengetahuannya. Anak-anak NTT  memiliki potensi yang sangat luar biasa, tegasnya.

“Anak-anak NTT  tidak miskin harta dan tidak miskin intelektual. Yang kami miskin hanyalah aksesibilitas. Kalau PLN punya program untuk mengirim anak-anak muda ke luar negeri, jangan ragu untuk memilih anak-anak NTT. Saya memberikan apresiasi kepada PLN karena saat kami dilantik (5 September 2018), tingkat elektrifikasi kita di NTT hanya 61,3 persen, tapi per hari ini rasio eletrifikasi kita sudah mencapai 73,7 persen. Mudah-mudahan sesuai target PLN, sampai akhir tahun, rasio elektrifikasi listrik di NTT bisa menembus angka 90 persen,”beber politisi Golkar ini.

Peserta Kuliah Umum dengan pemateri utama Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM, yang diselenggarakan PLN Kupang di Aula Politeknik Negeri Kupang, Jumat 13 September 2019. Doc. Foto CNC/ Biro Humas dan Protokol Setda NTT

Mantan penasehat Menteri Hukum dan HAM ini juga mengajak generasi muda NTT untuk memanfaatkan  upaya positif dari PLN secara baik. Kalau sudah ada listrik, belajarlah lebih tekun.  Kehadiran listrik, minimal memberikan makna yang luar biasa yakni memberikan transformasi dalam komponen pendidikan kita. Kalau tidak ada listrik dan lampu, apa jadinya proses  perkuliahan.

“Ada satu istilah dalam bahasa latin, Non scholae sed vitae discimus. Yang artinya belajar bukan hanya untuk sekolah tapi untuk hidup.  Saya minta (prinsip) ini harus diingat benar. Kalau PLN juga punya dana CSR, jangan ragu beri bantuan beasiswa kepada anak-anak NTT. Begitupun kalau ada program vokasi ke luar negeri, pilihlah  10 atau 20 orang anak NTT. Saat mereka pulang, pasti akan membawa dampak yang besar bagi anak-anak NTT lainnya,”pinta Orang Nomor 2 di Provinsi NTT.

Pada kesempatan itu, pria asal Kabupaten Ngada tersebut mengapresiasi upaya PLN dalam membangkitkan semangat generasi milenial.  Dia berharap agar kegiatan tersebut juga dapat menumbuhkan semangat toleransi di antara generasi muda.

“Contohilah almarhum B.J Habibie, Presiden ketiga kita. Saat studi di Jerman, beliau setiap minggu tanpa ragu pergi melaksanakan shalat di  gereja karena masjid dan mushola masih jarang di Jerman zaman itu.Semangat seperti ini saya harapkan juga tumbuh di lingkungan kampus karena lingkugan kampus adalah dunia yang sangat ideal untuk masa depan,” pungkas Josef Nae Soi.