Atas permintaan Juri Ibras, Cs Natalia pun kembali berlenggok untuk kedua kalinya dalam alunan musik Bolelebo, musik tari yang sendu dan bertempo lambat. Padahal sebelumnya musik dalam tempo cepat bak irama disco. Walau begitu Natalia berlenggang tetap dengan gerak tarinya yang lincah tanpa salah sedikitpun. Sehingga pantas kalau Natalia menyabet Juara I menuju puncak Monas Jakarta pada Mei mendatang.
“Dalam ajang-ajang bergengsi seperti ini sudah tidak asing lagi bagi peserta kalau ada kesalahan-kesalahan teknis atau semacamnya yang terjadi secara spontan seperti ini. Para penonton atau undangan yang hadir tidak akan tahu masalahnya. Karena lebih konsen melihat tontonan,” kata ELDY Angi, salah seorang panitia dari unsur Dekranasda Provinsi NTT.
Itu kesalahan teknis saja. Bagi peserta yang sudah teruji kemampuan di atas pentas akan mengikutinya dengan tenang. Dan tidak akan salah gerakan-gerakan tarinya, tegas Eldy.
“Iya, saya juga kaget tadi. Makanya saya langsung bangun dari tempat duduk menunju area sound system. Memang itu kesalahan teknis saja. Beruntung penarinya tidak ikut terpengaruh. Karena memang sudah ditempa manakala dalam latihan untuk bagaimana mengelola kondisi agar tidak mengalahkan mentalnya, “tambah Sofyan. +++ marthen/citra-news.com