Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

INI Hal BARU Dari DEKRANASDA NTT Bikin ADPRD Komisi II TERCENGANG

CitraNews

Ketua Komisi II DPRD NTT, Kasimirus Kolo mengatakan, pihaknya mendukung penuh gebrakan Dekransda NTT yang dipimpin Julie Sutrisno Laiskodat untuk mengekspos tenun ikat NTT dengan beragam motif dan jenis ke seluruh penjuru dunia.

“Memang selama ini kita banyak mengikuti perkembangan Dekranasda dari media massa. Wajar kalau masing-masing orang punya pemahaman yang berbeda tentang Dekranasda itu sendiri,” kata Kasimirus.

Bahwa dalam rapat-rapat anggaran di Komisi maupun Badan Anggaran,  lanjut dia, bisa saja berbeda dari cara menafsirnya tentang eksistensi dan posisi dekranasda itu seperti apa.

Hari ini kita berkunjung ke Dekranasda NTT supaya pimpinan bersama anggota komisi yang bermitra dengan dinas Perindag ini bisa melihat secara langsung, kondisi obyektif dari Dekranasda itu sendiri.

“Yang kami lihat hari ini, sangat luar biasa. Memang betul bahwa Dekranasda ini mendapatkan alokasi dana hibah dari Pemprov NTT. Tetapi ketika kita mencermati ternyata Ketua Dekranasda bersama seluruh perangkatnya betul-betul secara profesional menunjukkan kinerja yang luar biasa.

Anggota Komisi II Johanis Rumat (kanan) pose bersama Kepala Dinas Perindag Prov. NTT, Nazir Abdullah. Doc. marthen radja/citra-news.com

Terutama memanfaatkan anggaran yang diberikan untuk pemberdayaan para pelaku UMKM dari tenun ikat di seluruh NTT.

“Hasilnya bisa kita menyaksikan di Dekranasda ini. Dimana seluruh kabupaten memiliki stand dengan penampilan produk unggulan tenun ikat masing-masing daerah.

Dan pelaku UMKM itu adalah hasil binaan Dekranasda NTT. Ada banyak produk inovatif lain yang tumbuh dan berkembang di mana-mana. Karena ada intervensi bukan saja intervensi anggaran tetapi juga ada edukasi.

Dekranasda memberikan pelatihan-pelatihan pengolahan kuliner yang dilihat dari isi dan kemasan yang sangat luar biasa dan diekspor kemana-mana.

Begitupula tenun ikat hampir di seluruh indonesia orang menggunakan tenun ikat asal Nusa Tenggara Timur.

“Saya kira itu bukti gebrakan ibu Julie Laiskodat sebagai ketua Dekranasda bersama jajarannya mempromosikan produk-produk lokal seperti ini ke seluruh Indonesia,” pungkasnya. +++ marthen/citra-news.com