Sama halnya maksud Kepala SMKN 5 Kupang (Dra. Safirah Cornelia Abineno, red) bikin MoU dengan Hotel Harper. Kerjasama ini guna mengakomodir siswa lulusan SMKN 5 Kupang yang mau bekerja sesuai dengan skill yang dimiliki.
“Kalau kita bergerak di dunia pendidikan masih ke dulu-dulu maka kita tidak bisa berubah,” tegasnya.
Untuk 10 tahun lagi, tambah Paul, bonus demografi NTT tentunya sudah berubah. Sekarang ini saatnya kita jangan ketinggalan. Maka dunia pendidikan sekarang pun harus bisa di-distracktion (dialihkan, red) sesuai dengan perkembangan jaman.
“Sekarang jaman industri yang sarat dengan teknologi. Maka pendidikan kita harus lebih diarahkan pada skill. Harus banyak praktek daripada teori. Itulah dimaksud program vocational di SMK,” tandasnya.
Sarpras Jadi Daya Dukung
Berbicara soal sarana prasarana (Sarpras), Senator Paul menjelaskan, menjadi daya dukung untuk menghasilkan siswa yang punya kompetensi mumpuni. Itu mutlak diperlukan peralatan yang memadai.
Bagi Paul soal peralatan untuk sekolah-sekolah negeri ada perhatian dari pemerintah. Seperti SMK Negeri 5 Kupang ini sangat diuntungkan karena ada bantuan dari pemerintah.
