Sejalan dengan Wensislaus, Elis juga berharap para peserta dapat mengimplementasikan dan mengimbaskan pembelajaran bahasa Manggarai di sekolah masing-masing.
Selama kegiatan para peserta menerima pelatihan dalam memanfaatkan talenta mereka untuk mendukung upaya revitalisasi bahasa dan sastra Manggarai.

Materi yang disampaikan mencakup dongeng, puisi, cerpen, torok, sanda mbata, nenggo, dan lagu daerah. Materi-materi ini disampaikan oleh para maestro, yaitu Kanisius Theobaldus Deki, Armin Bell, dan Felix Edon.
Setelah mengikuti pelatihan, para peserta diharapkan dapat menyebarluaskan upaya revitalisasi bahasa Manggarai di lingkungan sekolah mereka.
Selain itu peserta mampu mengimplementasikan pembelajaran bahasa Manggarai kepada siswa dan makin banyak muncul penutur baru yang mencintai bahasa Manggarai. +++ citra-news.com/kbpntt













